Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

”Jebakan” Kata Pengangguran dan Kemiskinan

Seminggu lalu, setelah menaruh mobil di bengkel, saya membeli kopi keliling. Kopi bercampur susu vanila saya pilih untuk mengobati rasa haus ini. Sambil menikmatinya, saya ngobrol dengan penjualnya. Pertanyaan dimulai dengan : Apakah dia memang sering mangkal di tempat ini? Dan saya lanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan "teknis" tentang jualannya. Baru saya tahu, bahwa motor dan gerobaknya gratis, karena dipinjami bosnya.  Setiap gelas yang terjual, dia dapat insentif 1.000 rupiah.  Gajinya sendiri, 2 juta per bulan. Sehari, dia paling banyak bisa jual 50 gelas kalau ramai. Artinya, bisa bawa uang tambahan 50 ribu per hari, di samping gajinya.  Lalu saya berandai-andai. Jika dia berhasil jual 50 gelas setiap hari selama sebulan, maka dia bisa bawa pulang uang 3,5 juta di bulan itu. Tapi kalau tidak maksimal, berarti dia hanya mengantongi  lebih sedikit. Ini berarti apakah dia bisa jual maksimal atau tidak, penghasilannya masih di bawah upah minimum UMP Jakarta yang ...

5 Bahasa Cinta

Memahami bahasa cinta seseorang merupakan kunci dalam menjaga hubungan. Dalam bukunya, Gary Chapman menyampaikan ada 5 Bahasa Cinta yang perlu kita kenali : Kekuatan Kata yang Tulus : Bagi sebagian orang kata-kata memiliki makna yang luar biasa. Sebuah perkataan seperti “ Aku Bangga sama kamu”, bisa membuat hati mereka menjadi hangat seharian. Orang dengan bahasa cinta ini  sangat peka untuk membedakan mana ucapan yang keluar dari  hati  dan mana yang sekadar basa-basi. Ucapan terima kasih akan membuat dia merasa benar-benar dihargai. Sebaliknya, diam- diam terlalu lama  atau jarang mengungkapkan rasa sayang bisa membuat dirinya merasa tidak penting. Hadir dengan Waktu yang Berkualitas : Bagi orang dengan bahasa cinta ini, kehadiran sepenuhnya lebih berharga daripada hadiah atau kata-kata. Mereka ingin merasa bahwa kamu selalu bersamanya. Tidak ada distorsi layar telepon, tidak ada pikiran yang melayang kemana-mana. Kualitas waktu tidak selalu berarti melakukan hal...

Mengenal Teori Prospek dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan, kita mengenal apa yang disebut dengan teori prospek. Teori prospek adalah model psikologi yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky. Teori ini menjelaskan  bagaimana orang membuat pilihan di bawah ketidakpastian, terutama mempertimbangkan keuntungan dan kerugian relatif. Teori ini menunjukkan bahwa orang cenderung menghindari risiko ketika dihadapkan pada keuntungan. Tetapi memilih risiko ketika dihadapkan pada kerugian. Sebuah fenomena  yang disebut dengan keengganan terhadap risiko. 1. Loss Aversion (Aversi terhadap Kerugian) Rasa kehilangan lebih sakit daripada rasa senang saat mendapatkan hal yang sama. Contoh: Kamu menemukan uang Rp100.000 di jalan — rasanya senang banget. Tapi besoknya kamu kehilangan Rp100.000 — rasanya jauh lebih menyakitkan, meskipun secara total kamu “impas.” Ini menunjukkan bahwa kerugian terasa dua kali lebih berat daripada keuntungan yang sama nilainya. 2. Reference Dependence (Titik Acua...

Think Fast Think Slow (Daniel Kahneman) Part 1

 Otak manusia punya 2 cara kerja dalam berpikir Mode Berpikir Cepat (Sistem 1) : Mode ini bersifat otomatis, instingtif. Mode ini bekerja tanpa disadari dan tidak membutuhkan banyak usaha kognitif. Namun demikian karena bersifat cepat, mode ini rentan terhadap bias. Mode Berpikir Lambat (Sistem 2) : Mode ini bersifat penuh pertimbangan, membutuhkan data-data untuk memutuskan sesuatu. Memerlukan usaha dan perhatian yang lebih besar. Sebenarnya, keduanya tidak hidup terpisah. Sebagian besar waktu, mode berpikir cepat mengendalikan, namun sistem berpikir lambat akan ikut campur jika diperlukan. Contoh sederhana bisa dilihat  saat kita berbelanja di supermarket. Sistem 1 melihat ada diskon barang senilai 50%, tanpa kita memeriksanya dulu. Namun sistem 2 baru akan terlibat ketika kita berhenti sejenak kemudian membandingkan harga awal dan menyadari bahwa harga diskon tersebut sebenarnya tidak terlalu menguntungkan. Dari hal ini kita bisa bisa memahami bahwa sistem 1 terkadang mempr...