Memahami bahasa cinta seseorang merupakan kunci dalam menjaga hubungan. Dalam bukunya, Gary Chapman menyampaikan ada 5 Bahasa Cinta yang perlu kita kenali :
- Kekuatan Kata yang Tulus : Bagi sebagian orang kata-kata memiliki makna yang luar biasa. Sebuah perkataan seperti “ Aku Bangga sama kamu”, bisa membuat hati mereka menjadi hangat seharian. Orang dengan bahasa cinta ini sangat peka untuk membedakan mana ucapan yang keluar dari hati dan mana yang sekadar basa-basi. Ucapan terima kasih akan membuat dia merasa benar-benar dihargai. Sebaliknya, diam- diam terlalu lama atau jarang mengungkapkan rasa sayang bisa membuat dirinya merasa tidak penting.
- Hadir dengan Waktu yang Berkualitas : Bagi orang dengan bahasa cinta ini, kehadiran sepenuhnya lebih berharga daripada hadiah atau kata-kata. Mereka ingin merasa bahwa kamu selalu bersamanya. Tidak ada distorsi layar telepon, tidak ada pikiran yang melayang kemana-mana. Kualitas waktu tidak selalu berarti melakukan hal yang besar. Kadang hanya perlu makan malam bersama tanpa gangguan, menonton film sambil mengomentari atau cukup berjalan kaki bersama. Mendengarkan aktif menjadi kunci di sini. Saat pasangan bercerita, tanggapilah dengan pertanyaan yang memperlihatkan ketertarikan kita. Bagi penerima bahasa cinta ini, distraksi adalah tanda ketidakpedulian. Membalas WA saat sedang bersama atau melirik TV bisa membuat dirinya merasa diabaikan. Waktu berkualitas bukan tentang lamanya, tetapi kedalaman koneksi yang tercipta.
- Arti Sebuah Hadiah : Bagi sebagian orang, hadiah bukan sekadar benda. Itu adalah simbol cinta yang nyata. Bukti bahwa seseorang memikirkan mereka bahkan saat tidak bersama. Orang yang bahasa cintanya adalah pemberian hadiah seringkali menghargai pikiran di balik pemberian hadiah tersebut daripada nilainya. Namun bagi mereka, mengabaikan momen penting seperti ulang tahun dan hari jadi bisa terasa sangat menyakitkan. Hadiah tidak hanya berbentuk fisik, tiket konser, secangkir kopi juga bisa menjadi hadiah yang menarik.
- Kasih Lewat Tindakan Kecil : Bagi orang yang bahasa cintanya adalah tindakan melayani, ucapan sayang saja tidak cukup. Mereka merasa dicintai ketika melihat pasangan melakukan sesuatu yang membantu hidup mereka. Tindakan melayani adalah bahasa cinta yang praktis. Dia berbicara lewat perbuatan, bukan teori. Karena itu bagi penerima bahasa cinta ini, bantuan kecil di waktu yang tepat lebih romantis daripada hadiah yang besar. Sebaliknya, penolakan atas ketidaksetiaan membantu, apalagi saat dibutuhkan bisa terasa seperti penolakan cinta. Kalau ingin berbicara dalam bahasa ini kuncinya adalah kepekaan. Tindakan proaktif menunjukkan bahwa kamu peduli. Bahas cinta ini mengajarkan bahwa cinta kadang paling terasa kalau kita mau turun tangan untuk membantu.
- Sentuhan yang Menguatkan : Bagi penerima bahasa cinta ini, sentuhan fisik, kehangatan hubungan benar-benar dirasakan dari sentuhan kulit. Pelukan hangat, genggaman tangan dan sentuhan ringan di bahu menjadi bahasa cinta yang paling jelas. Sentuhan yang tepat waktu bisa mengubah suasana hati. Sebaliknya kurangnya sentuhan fisik bisa membuat hubungan terasa dingin dan jauh.
Komentar
Posting Komentar