Langsung ke konten utama

Postingan

Think Fast Think Slow (Daniel Kahneman) Part 1

 Otak manusia punya 2 cara kerja dalam berpikir Mode Berpikir Cepat (Sistem 1) : Mode ini bersifat otomatis, instingtif. Mode ini bekerja tanpa disadari dan tidak membutuhkan banyak usaha kognitif. Namun demikian karena bersifat cepat, mode ini rentan terhadap bias. Mode Berpikir Lambat (Sistem 2) : Mode ini bersifat penuh pertimbangan, membutuhkan data-data untuk memutuskan sesuatu. Memerlukan usaha dan perhatian yang lebih besar. Sebenarnya, keduanya tidak hidup terpisah. Sebagian besar waktu, mode berpikir cepat mengendalikan, namun sistem berpikir lambat akan ikut campur jika diperlukan. Contoh sederhana bisa dilihat  saat kita berbelanja di supermarket. Sistem 1 melihat ada diskon barang senilai 50%, tanpa kita memeriksanya dulu. Namun sistem 2 baru akan terlibat ketika kita berhenti sejenak kemudian membandingkan harga awal dan menyadari bahwa harga diskon tersebut sebenarnya tidak terlalu menguntungkan. Dari hal ini kita bisa bisa memahami bahwa sistem 1 terkadang mempr...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 2

MENGATASI PROYEK BESAR DENGAN LANGKAH KECIL Dalam menghadapi proyek besar kita kadang menghadapi kebingungan. Karena proyek yang dihadapi sangat besar, terkadang bingung mulai dari mana. Untuk menghadapi hal tersebut, kita perlu memecah pekerjaan-pekerjaan tersebut dalam bagian-bagian kecil sehingga bisa dikerjakan terlebih dahulu secara parsial. Dengan begitu pekerjaan yang besar tidak terlihat begitu besar. Mengelola proyek yang besar juga perlu menggunakan teknik perencanaan yang tepat. Ada teknik yang backward planning.  adalah suatu metode  perencanaan yang dimulai dari tenggat waktu atau tujuan akhir, lalu bekerja secara terbalik untuk menentukan langkah-langkah dan jadwal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.  Identifikasi Tujuan Akhir: Tentukan hasil akhir atau tujuan utama yang ingin dicapai, misalnya, tanggal ujian, proyek selesai, atau tujuan karier.  Tentukan Penilaian/Indikator Keberhasilan: Buat penilaian atau indikator yang akan menunjukkan...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 1

TERBEBAS DARI STRESS DENGAN MENULISKAN TUGAS Tugas- tugas yang menumpuk, ide-ide yang belum terealisasi, pesan-pesan dari atasan, email yang berjubel, terkadang membuat pikiran kita terasa berat. Perasaan stress karena memikirkan, bagaimana menyelesaikannya satu persatu sering muncul. Lalu bagaimana langkah awal mengatasi ini? Salah satu cara mengatasi penuhnya pikiran kita adalah dengan menuliskan semua tugas tersebut. Dengan mengalihkan tugas tersebut ke catatan, berarti memberikan kesempatan otak untuk berhenti memikirkannya. Menulis juga dapat menurunkan kecemasan. Karena dengan ditulis kita akan memberikan kesempatan untuk diri kita melihat permasalahan secara menyeluruh dan obyektif. Dalam menuliskan semua tugas, kita bisa dibantu dengan organizer  atau aplikasi yang membantu. KATEGORISASIKAN TUGAS YANG DICATAT Setelah kita menuangkan semua ide, janji, tugas ke dalam catatan, kita perlu mengategorisasikannya. Kategorisasi  tugas dapat dilakukan berdasarkan  jenisnya...

IKIGAI (Hector Gracia & Francesc Miralles)

Apakah yang membuat dirimu bersemangat saat bangun di pagi hari. Apa yang membuat dirimu tertarik menyambut hari? Alasannya, bisa pekerjaan yang menyenangkan, liburan yang yang seru atau hal-hal lainnya. Pada masyarakat Jepang dikenal sebuah konsep bernama IKIGAI. Secara istilah IKIGAI berarti alasan untuk hidup. IKIGAI merupakan sebuah konsep  yang membuat orang Jepang bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Konsep hidup ini sendiri merupakan persimpangan di antara 4 pilar utama : Apa yang kita cintai (passion) : Hal-hal yang membuat kita bahagia  dan bersemangat saat kita melakukannya. Apa yang kita kuasai (vocation) : Hal-hal yang bisa kita lakukan dengan baik. Apa yang dibutuhkan dunia (mission) : Apa-apa yang bisa kita berikan untuk memecahkan masalah-masalah di dunia ini. Apa yang membuat kita bisa dibayar (profesional) : Aktivitas yang bisa memberikan penghasilan. Dalam sebuah penelitian di wilayah Okinawa Jepang yang dilakukan oleh Hector Gracia dan Francesc Miralles...

How To Talk to Anyone (Leil Lowdness)

Membuat orang terkesan saat pertemuan pertama adalah hal utama yang harus dilakukan. Bagaimana sih membuat orang terkesan dalam pertemuan pertama : SENI MEMBERIKAN KESAN PERTAMA Membuat Bahasa Tubuh yang baik. Berdiri tegak dengan menarik punggung ke belakang. Ini menandakan bahwa kita percaya diri. Hindari menyilangkan tangan, karena itu menggambarkan kita tertutup dan defensif. Percaya diri membuat kita terlihat mudah untuk didekati. Senyuman Hangat dan Tulus. Cara ini sangat kuat untuk memberikan kesan baik, saat pertemuan pertama. Membuat eye contact  juga penting karena mata merupakan jendela hati. Melakukan miroring. Miroring adalah suatu tindakan yang mencoba menyamakan tone dengan lawan bicara. Misalnya dengan menyamakan nada bicara, gestur tubuh. Hal ini akan memunculkan hubungan baik tanpa disadari. PEMBICARAAN KECIL Melakukan pembicaraan kecil yang berfokus pada topik-topik yang terkait pada lawan bicara, akan membuat lawan bicara merasa penting dan dihargai Membuat oran...

Kesenjangan Jakarta dari Sudut Berbeda

Saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta,    kita akan terkagum-kagum melihat megahnya gedung-gedung    tinggi.    Betapa majunya    kota metropolitan ini, dihiasi kerlap-kerlip warna-warni.    Sejenak kemudian, kita memasuki salah satu    gedung. Lalu naik ke lantai tertinggi dan memandang Jakarta dari kaca jendela. Oh betapa terkagetnya kita, diantara    sela-sela gedung itu, ada rumah-rumah kecil, warung-warung    sederhana, parkiran  bahkan tumpukan sampah terselip.    Tampak kontras dengan gedung-gedung kelas atas. Sebuah kesenjangan? Bisa jadi. Atau ada    sudut pandang lain untuk membingkainya. Rumah rumah   kecil   yang terselip diantara    pencakar langit, sejatinya adalah entitas pendukung kehidupan kota.    Office Boy  ,  cleaning service ,  security    bahkan    karyawan yang bekerja di    ...

Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain (Dale Carnegie)

Dalam buku ini disampaikan rahasia cepat memahami orang lain dengan tulus, seperti bagaimana kita mengingat nama orang lain, minat terhadap topik lawan bicara dan mendengarkan dengan  tulus apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Serta bagaimana kita memahami bahasa tubuh lawan bicara kita. Yuk kita mulai bagaimana Dale Carnegie memberikan cara-cara yang menarik dalam mencari kawan dan mempengaruhi orang lain : Senyum yang tulus membuka suasana yang menyenangkan, sehingga orang akan lebih terbuka. Mendengarkan dengan tulus. Mendengarkan berarti memberi ruang penuh bagi orang lain untuk mengungkapkan pikirannya. Tanpa memotong apa yang disampaikannya, kita memberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang  hendak disampaikannya. Hal tersebut akan membuat orang lebih terbuka. Membuat orang menjadi penting. Kita perlu menemukan hal-hal yang benar-benar dikagumi oleh lawan bicara. Menjadikan hal-hal tersebut menjadi topik pembicaraan dan memujinya dengan tulus akan membuat dia mer...