Langsung ke konten utama

How To Talk to Anyone (Leil Lowdness)

Membuat orang terkesan saat pertemuan pertama adalah hal utama yang harus dilakukan. Bagaimana sih membuat orang terkesan dalam pertemuan pertama :

SENI MEMBERIKAN KESAN PERTAMA

  • Membuat Bahasa Tubuh yang baik. Berdiri tegak dengan menarik punggung ke belakang. Ini menandakan bahwa kita percaya diri. Hindari menyilangkan tangan, karena itu menggambarkan kita tertutup dan defensif. Percaya diri membuat kita terlihat mudah untuk didekati.
  • Senyuman Hangat dan Tulus. Cara ini sangat kuat untuk memberikan kesan baik, saat pertemuan pertama. Membuat eye contact  juga penting karena mata merupakan jendela hati.
  • Melakukan miroring. Miroring adalah suatu tindakan yang mencoba menyamakan tone dengan lawan bicara. Misalnya dengan menyamakan nada bicara, gestur tubuh. Hal ini akan memunculkan hubungan baik tanpa disadari.
PEMBICARAAN KECIL
  • Melakukan pembicaraan kecil yang berfokus pada topik-topik yang terkait pada lawan bicara, akan membuat lawan bicara merasa penting dan dihargai
  • Membuat orang bercerita tentang apa yang disukai  dan menyenangkan baginya, akan membuat lawan bicara merasa nyaman dan terbuka.
BAHASA TUBUH DAN MENJADI PENDENGAR YANG BAIK
  • Menurut penelitian 93 % keberhasilan komunikasi sangat dipengaruhi  oleh bahasa tubuh. Bagaimana bahasa tubuh yang baik, antara lain : berdiri tegak dengan dada terbuka membuat anda lebih terlihat percaya diri dan selalu perhatikan bahasa tubuh lawan bicara anda.
  • Memberikan perhatian penuh kepada apa yang disampaikan lawan bicara juga merupakan kunci. Memperhatikan tanpa  terdistorsi. Semakin hadir kita  dalam pembicaraan tersebut, semakin orang akan terbuka dan akan berbagi pemikirannya.
  • Salah satu langkah yang bisa dilakukan juga adalah merefleksikan  atau mengulangi apa yang telah dikatakan oleh lawan bicara. Ini menunjukkan bahwa kita mendengarkan dan memproses untuk memahaminya. 
  • Menanyakan pertanyaan lanjutan juga menunjukkan ketertarikan kita pada pembicaraan lawan bicara.
AHLI DALAM MEMUJI
Memuji lawan bicara cukuplah berpengaruh dalam berkomunikasi. Apa yang harus diperhatikan dalam memuji seseorang :
  • Pujilah seseorang dengan detail dan spesifik. Misalnya daripada kamu memuji secara umum, seperti kamu terlihat ganteng sekali, lebih baik kamu mendetailkan bagian mana yang membuat dia terlihat ganteng. Misalnya, setelah kemeja yang kamu pakai dan gaya rambutmu sangat serasi.  Memuji pada hal-hal yang spesifik berarti kamu memberikan perhatian kepadanya.
  • Pujilah dengan tulus dan jujur. Orang akan menangkap dan memahami bahwa pujian yang kita berikan benar-benar tulus atau hanya sekadar basa-basi.
  • Pujian yang baik akan membuat seseorang terbuka dan akan membawa ke pembicaraan yang lebih dalam. Lebih jauh, lawan bicara akan menghargaimu.
BAGAIMANA MEMBUAT ORANG MERASA SPESIAL
  • Orang akan merasa spesial jika kita mengingat setiap detail yang melekat pada dirinya, baik itu hobi mereka, progres capaian mereka maupun rencana-rencana yang pernah disampaikan kepadamu. Jika kita bisa  me-recll hal-hal tersebut, lawan bicara akan merasa spesial. Misalnya jika dalam pembicaraan sebelumnya, dia pernah membicarakan tentang liburan, kita bisa memfollow up tentang rencana liburan tersebut, tempat mana dan aktivitas apa yang membuat dia bahagia.
  • Kita juga perlu menunjukkan ketertarikan asli untuk berbagai interest dan pengalaman yang dialami.
  • Tunjukkan juga gestur dan reaksi yang empati saat berbicara. Misalnya bereaksi dengan apa yang disampaikan dengan memperhatikan dengan seksama dan mengangguk tanda mengerti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhammad A Kiong

Jika ditanya soal tempat yang paling nyaman selain kamarku, jawabnya adalah masjid kampus UGM. Walaupun aku sendiri bukan mahasiswa universitas itu. Terkadang bisa berjam-jam aku duduk di sana, membaca buku atau diskusi bersama kawan. Hawanya begitu menyejukkan. Tempatnya pun bersih dan indah. Hingga suatu hari aku bertemu dengan laki-laki aneh. Seseorang yang sangat mengagumkan sekaligus membingunganku. Saat itu, aku baru saja solat isya di sana. Usai berdoa, seperti biasa aku duduk di teras masjid. Menatap ke dalam lapangan luas berpohon palem. Untuk sekadar menghirup udara segar. Malam itu cukup cerah, bulan tak malu menampakkan diri. Padahal sore tadi, Jogja sempat diguyur hujan deras. “Assalamualaikum,” sapa laki-laki itu “Walaikum salam,” jawabku singkat. “Lagi menunggu siapa, mas?” “Wah, hanya cari udara segar di sini,” “Iya di sini memang menyejukkan, mas. Sudah lama saya jadi jamaah sini,” jawabnya. Kuperhatikan lebih dekat laki-laki itu. Ah...matanya sipit, seperti oran...

Omelan-Omelan Ibu

  "Burhan, bangun, sudah jam 6 pagi, kau ini solat subuh selalu telat. Mau jadi apa kau nanti," suara ibu menyeruak menembus setengah kesadaranku.  " Sudah kubangunkan sejak  jam setengah lima, matamu terpejam saja bagai terkena lem," sentaknya tak henti-henti. Segera kuambil kaca mataku, kulirik layar telepon dan  memang sudah jam 6 lebih. Sinar matahari telah menerobos di sela-sela gorden lusuh kamarku.  Kuayunkan kaki gontai menembus ruang tengah yang sudah ramai oleh sibuknya anggota keluarga. Menuju kamar mandi, kuambil air penyuci. Solat bagiku masih kurasakan layaknya beban ransel gunung yang tergantung di punggung. Berat, terkadang harus kuseret, tetapi harus kubawa. Di usiaku yang sudah menginjak 20-an, aku sering malas mengerjakanya. Subuh kulakukan  hampir saat matahari telah bersinar terlalu tajam. Itu pun karena ibuku selalu teriak-teriak. Dzuhur, kukerjakan mepet dengan Ashar, biar aku hanya wudlu sekali jalan. Maghrib kadang terlewat. Isya og...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 1

TERBEBAS DARI STRESS DENGAN MENULISKAN TUGAS Tugas- tugas yang menumpuk, ide-ide yang belum terealisasi, pesan-pesan dari atasan, email yang berjubel, terkadang membuat pikiran kita terasa berat. Perasaan stress karena memikirkan, bagaimana menyelesaikannya satu persatu sering muncul. Lalu bagaimana langkah awal mengatasi ini? Salah satu cara mengatasi penuhnya pikiran kita adalah dengan menuliskan semua tugas tersebut. Dengan mengalihkan tugas tersebut ke catatan, berarti memberikan kesempatan otak untuk berhenti memikirkannya. Menulis juga dapat menurunkan kecemasan. Karena dengan ditulis kita akan memberikan kesempatan untuk diri kita melihat permasalahan secara menyeluruh dan obyektif. Dalam menuliskan semua tugas, kita bisa dibantu dengan organizer  atau aplikasi yang membantu. KATEGORISASIKAN TUGAS YANG DICATAT Setelah kita menuangkan semua ide, janji, tugas ke dalam catatan, kita perlu mengategorisasikannya. Kategorisasi  tugas dapat dilakukan berdasarkan  jenisnya...