Langsung ke konten utama

5 AM Club (Robin Sharma)

Bangunlah jam 5 pagi. Karena pagi adalah saat yang tenang di mana kita belum terganggu oleh berbagai distorsi notifikasi dan berbagi gangguan lainnya. Dengan bangun bagi, kamu bisa mengatur harimu dengan baik. Kenapa pagi? Karena hari masih begitu tenang dan energi positif juga baik. Bagaimana membangun pagimu? Terapkan konsep 20/20/20.

Apa itu konsep 20/20/20 ?

  • 20 Menit untuk Gerakan Fisik Intens. Gerakan intens dan konsisten di pagi hari, seperti jalan kaki dan berlari ringan akan membuat produksi hormon endorfin meningkat. Hormon endorfin adalah hormon yang berfungsi sebagai pereda rasa nyeri dan stres serta meningkatkan suasana hati. Selain itu, bergerak intens memperlancar sirkulasi darah ke otak, hangat, mata segar dan menghilangkan rasa kantuk.
  • 20 Menit untuk Refleksi. Bisa berupa meditasi dan merenungkan ke hal-hal yang bisa disyukuri. Atau bisa juga beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Refleksi juga bisa dilakukan untuk merenungkan apa yang sudah kita kerjakan dan langkah perbaikan apa yang bisa kita lakukan.
  • 20 Menit untuk Menambah Wawasan.  Menambah wawasan di pagi hari sangatlah efektif karena suasana masih tenang dan belum ada distorsi informasi. Kita bisa membaca buku atau mendengarkan podcast edukasi. Menambah wawasan bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi, serta menumbuhkan ide-ide segar dan perspektif yang luas.
Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai 4 Pencuri Produktivitasmu :
  • Gangguan ponsel. Di era saat ini, notifikasi ponsel adalah dua sisi  mata pedang. Di sisi lain membantu mengingatkan  sesuatu, tetapi jika terlalu sering justru menjadi gangguan produktivitasmu.  Gangguan ponsel bisa memotong konsistensi dan ide-ide segar yang mengalir. Kamu bisa menangani gangguan ini dengan mengatur waktu untuk melihat ponsel.
  • Rasa takut dan keraguan diri. Takut gagal  membuat kita enggan mencoba. Sehingga pekerjaan malah tidak jadi dikerjakan. Hal ini bisa diatasi dengan mengenali apa yang kita takuti dan memecah masalahnya menjadi kecil-kecil sehingga tidak terlalu besar. Kemudian kita bisa menentukan solusi dari masalah yang telah dipecah menjadi kecil-kecil.
  • Penundaan. Penundaan sering membunuh momentum. Kita kadang menunda pekerjaan karena merasa masih memiliki waktu yang panjang. Padahal terkadang momentum tidak selalu muncul di sepanjang waktu. Segera memulai tanpa menunda adalah satu-satunya jalan untuk melawan.
  • Kelelahan akibat buruknya manajemen energi. Istirahat yang cukup, makan yang penuh nutrisi dan olah raga adalah kunci.
Menurut buku ini ada 4 Fondasi Kehidupan Seimbang

  • Mindset yang baik (Growth Mindset)
  • Kesehatan yang terjaga
  • Pengelolaan emosi yang baik
  • Spiritualitas yang baik
Lalu Bagaimana menyiapkan pagi :
  • Siapkan di malam hari, dengan tidur tidak terlalu malam. 
  • Memutuskan hal-hal yang bisa diputuskan di malam hari, sehingga mengurangi hal-hal yang harus diputuskan di pagi hari.
  • Jauhkan ponsel atau alat yang bisa menciptakan cahaya biru buatan, yang mempengaruhi produksi hormon melatonin (hormon yang memudahkan kita tidur)
  • Terapkan prinsip 20/20/20

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Omelan-Omelan Ibu

  "Burhan, bangun, sudah jam 6 pagi, kau ini solat subuh selalu telat. Mau jadi apa kau nanti," suara ibu menyeruak menembus setengah kesadaranku.  " Sudah kubangunkan sejak  jam setengah lima, matamu terpejam saja bagai terkena lem," sentaknya tak henti-henti. Segera kuambil kaca mataku, kulirik layar telepon dan  memang sudah jam 6 lebih. Sinar matahari telah menerobos di sela-sela gorden lusuh kamarku.  Kuayunkan kaki gontai menembus ruang tengah yang sudah ramai oleh sibuknya anggota keluarga. Menuju kamar mandi, kuambil air penyuci. Solat bagiku masih kurasakan layaknya beban ransel gunung yang tergantung di punggung. Berat, terkadang harus kuseret, tetapi harus kubawa. Di usiaku yang sudah menginjak 20-an, aku sering malas mengerjakanya. Subuh kulakukan  hampir saat matahari telah bersinar terlalu tajam. Itu pun karena ibuku selalu teriak-teriak. Dzuhur, kukerjakan mepet dengan Ashar, biar aku hanya wudlu sekali jalan. Maghrib kadang terlewat. Isya og...

Muhammad A Kiong

Jika ditanya soal tempat yang paling nyaman selain kamarku, jawabnya adalah masjid kampus UGM. Walaupun aku sendiri bukan mahasiswa universitas itu. Terkadang bisa berjam-jam aku duduk di sana, membaca buku atau diskusi bersama kawan. Hawanya begitu menyejukkan. Tempatnya pun bersih dan indah. Hingga suatu hari aku bertemu dengan laki-laki aneh. Seseorang yang sangat mengagumkan sekaligus membingunganku. Saat itu, aku baru saja solat isya di sana. Usai berdoa, seperti biasa aku duduk di teras masjid. Menatap ke dalam lapangan luas berpohon palem. Untuk sekadar menghirup udara segar. Malam itu cukup cerah, bulan tak malu menampakkan diri. Padahal sore tadi, Jogja sempat diguyur hujan deras. “Assalamualaikum,” sapa laki-laki itu “Walaikum salam,” jawabku singkat. “Lagi menunggu siapa, mas?” “Wah, hanya cari udara segar di sini,” “Iya di sini memang menyejukkan, mas. Sudah lama saya jadi jamaah sini,” jawabnya. Kuperhatikan lebih dekat laki-laki itu. Ah...matanya sipit, seperti oran...

The 7 Habits of Highly Effective People (Stephen R Covey)

Membaca buku ini kita akan dibawa pada 7 Kebiasaan yang dapat meningkatkan produktivitas kita : Menjadi Proaktif, Bukan Reaktif.  Kebiasaan ini mendorong kita untuk selalu bertindak proporsional saat dihadapkan dengan berbagai tantangan. Saat menghadapi tantangan kita diminta untuk berfokus pada kondisi aktual dan difokuskan untuk mencari solusi, bukan menyalahkan keadaan. Alih-alih berkata ini salah si ini atau si itu, kita didorong untuk mencari potensi perbaikan dan jalan keluar yang bisa dijalankan. Begin With End in Mind (Memulai dengan tujuan akhir yang akan dituju ). Dalam memulai pekerjaan atau aktivitas, kita perlu memiliki visi jangka panjang. Kita harus memikirkan outcome apa yang hendak dituju, sehingga kita bisa memperinci langkah-langkah yang bisa dikerjakan. Dahulukan Yang Utama. Kebiasaan ini mendorong kita untuk memprioritaskan tujuan-tujuan utama daripada bereaksi terhadap urgensi.  Stephen R Covey menekankan pada pengaturan manajemen  diri dan pengatur...