Langsung ke konten utama

Aturan 5 Detik (Mel Robins)

Terkadang saat ingin memulai pekerjaan, kita sering menunda-nunda melakukannya. Penundaan itu terjadi karena ada pertanyaan-pertanyaan dalam otak yang biasanya melemahkan niatan kita melakukan pekerjaan tersebut. Misalnya “ Apakah aku dapat menyelesaikannya?” “Ah nanti saja, toh masih banyak waktu, nanti saja”.  Hal tersebut terjadi karena kita memberikan kesempatan kepada otak untuk memberikan alasan-alasan. Otak bekerja dengan melindungi kita dari ancaman-ancaman dan ketidaknyamanan. Jika pekerjaan itu membuat kita merasa tidak nyaman, otak cenderung membuat agar pekerjaan itu dihindari. Contoh saat kita bangun di pagi hari, ketika alarm berbunyi kita cenderung malas-malasan dan menunda untuk bangun.

Mel Robins, mempunyai cara agar kita menunda-menunda pekerjaan. Membuat otak tidak sempat mengeluarkan pertanyaan dan pernyataan yang membuat pekerjaan tertunda.  Terinspirasi dari peluncuran pesawat luar angkasa dengan hitungan mundur : 5, 4, 3, 2, 1 diluncurkan. Saat melakukan pekerjaan pun kita bisa menerapkannya. Dengan hanya langsung menghitung 5, 4, 3, 2,1  kita bisa langsung bergerak melakukan kegiatan yang hendak kita jalankan. Dengan begitu, otak tidak punya kesempatan melakukan alibinya. Jika kita bisa membiasakan hal tersebut, ini akan membantu kita melakukan pekerjaan tanpa ditunda-tunda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesenjangan Jakarta dari Sudut Berbeda

Saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta,    kita akan terkagum-kagum melihat megahnya gedung-gedung    tinggi.    Betapa majunya    kota metropolitan ini, dihiasi kerlap-kerlip warna-warni.    Sejenak kemudian, kita memasuki salah satu    gedung. Lalu naik ke lantai tertinggi dan memandang Jakarta dari kaca jendela. Oh betapa terkagetnya kita, diantara    sela-sela gedung itu, ada rumah-rumah kecil, warung-warung    sederhana, parkiran  bahkan tumpukan sampah terselip.    Tampak kontras dengan gedung-gedung kelas atas. Sebuah kesenjangan? Bisa jadi. Atau ada    sudut pandang lain untuk membingkainya. Rumah rumah   kecil   yang terselip diantara    pencakar langit, sejatinya adalah entitas pendukung kehidupan kota.    Office Boy  ,  cleaning service ,  security    bahkan    karyawan yang bekerja di    ...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 1

TERBEBAS DARI STRESS DENGAN MENULISKAN TUGAS Tugas- tugas yang menumpuk, ide-ide yang belum terealisasi, pesan-pesan dari atasan, email yang berjubel, terkadang membuat pikiran kita terasa berat. Perasaan stress karena memikirkan, bagaimana menyelesaikannya satu persatu sering muncul. Lalu bagaimana langkah awal mengatasi ini? Salah satu cara mengatasi penuhnya pikiran kita adalah dengan menuliskan semua tugas tersebut. Dengan mengalihkan tugas tersebut ke catatan, berarti memberikan kesempatan otak untuk berhenti memikirkannya. Menulis juga dapat menurunkan kecemasan. Karena dengan ditulis kita akan memberikan kesempatan untuk diri kita melihat permasalahan secara menyeluruh dan obyektif. Dalam menuliskan semua tugas, kita bisa dibantu dengan organizer  atau aplikasi yang membantu. KATEGORISASIKAN TUGAS YANG DICATAT Setelah kita menuangkan semua ide, janji, tugas ke dalam catatan, kita perlu mengategorisasikannya. Kategorisasi  tugas dapat dilakukan berdasarkan  jenisnya...

Prinsip 80-20 (Richard Koch)

Prinsip ini pertama kali ditemukan oleh Vilfredo Pareto di Italia. Dia menemukan bahwa di akhir 19, bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh 20 % penduduk. Pola ini ternyata konsisten di berbagai bidang.  Saat ini prinsip ini dikenal dengan Hukun. Pareto. Dalam bisnis berjualan misalnya, 80 % bisa jadi berasal dari 20% pelanggan atau 20% produk tertentu. Berdasarkan prinsip tersebut, kita perlu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang sangat berpengaruh pada produktivitas hidup kita. Oleh karena itu, dalam bukunya ini, Richard Koch menyampaikan beberapa cara bagaimana bisa kita menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari : Amati & catat semua aktivitas, proyek atau segala sesuatu yang memberi hasil terbesar. Hilangkan atau kurangi hal-hal yang menghabiskan waktu tanpa memberi manfaat yang signifikan. Alihkan waktu, energi dan sumber daya ke hal-hal yang membuat lebih produktif. Dalam penerapannya prinsip ini sering menemukan beberapa kesalahan : Menganggap bahwa prinsip 80-...