Langsung ke konten utama

The Beginner Guide for Stoicsm (Matthew J. Van Natta)

Stoicsm merupakan sebuah paham dari Yunani kuno yang didirikan oleh Zeno dari Citium di abad 3 SM. Paham ini mengajarkan bahwa ketenangan dan kebahagiaan  bisa dicapai dengan hidup selaras dengan alam dan akal, serta memusatkan pada apa yang bisa kita kendalikan dan menerima  hal-hal di luar kendali kita. Beberapa ajaran kuncinya :

  • Membedakan antara yang berada dalam kontrol kita  (contoh : pemikiran, reaksi, tindakan) dengan yang di luar kontrol kita  (contoh : cuaca, perilaku orang lain, penyakit yang datang).
  • Mendorong kita menerima keadaan yang sudah terjadi dan melakukan reaksi yang rasional dan proporsional.
  • Mendorong kita memperjuangkan kebajikan, kejujuran, kebijaksanaan dan keadilan sebagai kebaikan tertinggi.
Kunci semua itu adalah bagaimana kita menerima kondisi yang sekarang dan fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Serta melakukan tindakan atau reaksi yang proporsional dan rasional saat menghadapi kondisi-kondisi yang tidak sesuai ekspektasi. Ultimate goal-nya adalah rasa tenang dan damai.

Fungsi lain dari Stoicsm adalah bagaimana kita bisa menciptakan ketahanan emosional. 

Sebagai contoh :  Saat kamu terjebak dalam kemacetan lalu lintas, kamu tidak harus marah-marah. Alih-alih kamu mengumpat, kamu harus bisa menerima kondisi tersebut. Setelah itu kamu bisa memulai mengambil tindakan yang rasional dan proporsional yang dalam kendalimu. Seperti mencoba mencari jalan alternatif. Jika tetap tidak bisa, kamu bisa memilih aktivitas yang lebih baik dan bermanfaat, misalnya mendengarkan audio book atau podcast yang bermanfaat. Dengan berfokus pada hal-hal yang bisa kita lakukan  akan menghindarkan  pada rasa stres dan khawatir.

Stoicsm juga bisa meningkatkan sikap positif. Dengan cara menggunakan afirmasi positif dan visualisasi positif. Daripada bicara “ Saya tidak bisa” pada suatu hal, lebih baik kita berkata : “Aku masih belum dan aku akan belajar”. Penerapan Stoicsm dalam dunia kerja, bisa dipraktikkan saat kita dikritik rekan kerja. Alih-alih kita marah dan terus menerus membela diri, lebih baik fokus pada usaha perbaikan yang bisa kita lakukan.

Ini ada beberapa tips untuk bisa mulai mempraktikkan  paham ini :
  • Identifikasi goal yang hendak dituju.
  • Pecah menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dijangkau.
  • Fokus pada hal yang bisa dikontrol.
  • Terima kemunduran sebagai sebuah proses yang dijalani.
  • Terus maju apa pun yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesenjangan Jakarta dari Sudut Berbeda

Saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta,    kita akan terkagum-kagum melihat megahnya gedung-gedung    tinggi.    Betapa majunya    kota metropolitan ini, dihiasi kerlap-kerlip warna-warni.    Sejenak kemudian, kita memasuki salah satu    gedung. Lalu naik ke lantai tertinggi dan memandang Jakarta dari kaca jendela. Oh betapa terkagetnya kita, diantara    sela-sela gedung itu, ada rumah-rumah kecil, warung-warung    sederhana, parkiran  bahkan tumpukan sampah terselip.    Tampak kontras dengan gedung-gedung kelas atas. Sebuah kesenjangan? Bisa jadi. Atau ada    sudut pandang lain untuk membingkainya. Rumah rumah   kecil   yang terselip diantara    pencakar langit, sejatinya adalah entitas pendukung kehidupan kota.    Office Boy  ,  cleaning service ,  security    bahkan    karyawan yang bekerja di    ...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 1

TERBEBAS DARI STRESS DENGAN MENULISKAN TUGAS Tugas- tugas yang menumpuk, ide-ide yang belum terealisasi, pesan-pesan dari atasan, email yang berjubel, terkadang membuat pikiran kita terasa berat. Perasaan stress karena memikirkan, bagaimana menyelesaikannya satu persatu sering muncul. Lalu bagaimana langkah awal mengatasi ini? Salah satu cara mengatasi penuhnya pikiran kita adalah dengan menuliskan semua tugas tersebut. Dengan mengalihkan tugas tersebut ke catatan, berarti memberikan kesempatan otak untuk berhenti memikirkannya. Menulis juga dapat menurunkan kecemasan. Karena dengan ditulis kita akan memberikan kesempatan untuk diri kita melihat permasalahan secara menyeluruh dan obyektif. Dalam menuliskan semua tugas, kita bisa dibantu dengan organizer  atau aplikasi yang membantu. KATEGORISASIKAN TUGAS YANG DICATAT Setelah kita menuangkan semua ide, janji, tugas ke dalam catatan, kita perlu mengategorisasikannya. Kategorisasi  tugas dapat dilakukan berdasarkan  jenisnya...