Stoicsm merupakan sebuah paham dari Yunani kuno yang didirikan oleh Zeno dari Citium di abad 3 SM. Paham ini mengajarkan bahwa ketenangan dan kebahagiaan bisa dicapai dengan hidup selaras dengan alam dan akal, serta memusatkan pada apa yang bisa kita kendalikan dan menerima hal-hal di luar kendali kita. Beberapa ajaran kuncinya :
- Membedakan antara yang berada dalam kontrol kita (contoh : pemikiran, reaksi, tindakan) dengan yang di luar kontrol kita (contoh : cuaca, perilaku orang lain, penyakit yang datang).
- Mendorong kita menerima keadaan yang sudah terjadi dan melakukan reaksi yang rasional dan proporsional.
- Mendorong kita memperjuangkan kebajikan, kejujuran, kebijaksanaan dan keadilan sebagai kebaikan tertinggi.
Kunci semua itu adalah bagaimana kita menerima kondisi yang sekarang dan fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Serta melakukan tindakan atau reaksi yang proporsional dan rasional saat menghadapi kondisi-kondisi yang tidak sesuai ekspektasi. Ultimate goal-nya adalah rasa tenang dan damai.
Fungsi lain dari Stoicsm adalah bagaimana kita bisa menciptakan ketahanan emosional.
Sebagai contoh : Saat kamu terjebak dalam kemacetan lalu lintas, kamu tidak harus marah-marah. Alih-alih kamu mengumpat, kamu harus bisa menerima kondisi tersebut. Setelah itu kamu bisa memulai mengambil tindakan yang rasional dan proporsional yang dalam kendalimu. Seperti mencoba mencari jalan alternatif. Jika tetap tidak bisa, kamu bisa memilih aktivitas yang lebih baik dan bermanfaat, misalnya mendengarkan audio book atau podcast yang bermanfaat. Dengan berfokus pada hal-hal yang bisa kita lakukan akan menghindarkan pada rasa stres dan khawatir.
Stoicsm juga bisa meningkatkan sikap positif. Dengan cara menggunakan afirmasi positif dan visualisasi positif. Daripada bicara “ Saya tidak bisa” pada suatu hal, lebih baik kita berkata : “Aku masih belum dan aku akan belajar”. Penerapan Stoicsm dalam dunia kerja, bisa dipraktikkan saat kita dikritik rekan kerja. Alih-alih kita marah dan terus menerus membela diri, lebih baik fokus pada usaha perbaikan yang bisa kita lakukan.
Ini ada beberapa tips untuk bisa mulai mempraktikkan paham ini :
- Identifikasi goal yang hendak dituju.
- Pecah menjadi langkah-langkah kecil yang mudah dijangkau.
- Fokus pada hal yang bisa dikontrol.
- Terima kemunduran sebagai sebuah proses yang dijalani.
- Terus maju apa pun yang terjadi.
Komentar
Posting Komentar