Langsung ke konten utama

Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain (Dale Carnegie)

Dalam buku ini disampaikan rahasia cepat memahami orang lain dengan tulus, seperti bagaimana kita mengingat nama orang lain, minat terhadap topik lawan bicara dan mendengarkan dengan  tulus apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Serta bagaimana kita memahami bahasa tubuh lawan bicara kita. Yuk kita mulai bagaimana Dale Carnegie memberikan cara-cara yang menarik dalam mencari kawan dan mempengaruhi orang lain :

  1. Senyum yang tulus membuka suasana yang menyenangkan, sehingga orang akan lebih terbuka.
  2. Mendengarkan dengan tulus. Mendengarkan berarti memberi ruang penuh bagi orang lain untuk mengungkapkan pikirannya. Tanpa memotong apa yang disampaikannya, kita memberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang  hendak disampaikannya. Hal tersebut akan membuat orang lebih terbuka.
  3. Membuat orang menjadi penting. Kita perlu menemukan hal-hal yang benar-benar dikagumi oleh lawan bicara. Menjadikan hal-hal tersebut menjadi topik pembicaraan dan memujinya dengan tulus akan membuat dia merasa penting. Hal ini mendorong untuk bisa lebih terbuka.
  4. Mengubah lawan bicara menjadi pendukung. Hal ini bukan berarti kita menjadi pemenang dalam setiap argumentasi tapi bisa memenangkan hati. Orang jarang mengubah pendapatnya karena kalah debat. Mereka justru berubah ketika merasa dihormati, dimengerti atau diperlakukan adil.
  5. Kita juga harus berani mengakui kesalahan dan menghargai perspektif mereka.
Bagaimana Menginspirasi  Orang Lain untuk Berubah?

  1. Dimulai dengan ubahlah dengan memulai hal kecil. Mengakui perubahan sekecil apapun  bisa menjadi bahan bakar semangat. Selain itu, tantangan yang tepat (tantangan yang sedikit lebih tinggi dari kemampuan dan realistis), akan memicu motivasi untuk mencapainya.
  2. Menyampaikan kritik dengan benar adalah cara yang bisa merubah orang. Kritik yang dilapisi penghargaan akan mudah diterima. Setiap kali memberikan masukan selalu dimulai dengan memberitahukan sesuatu baik yang telah dilakukan.
  3. Orang terkadang juga berubah ketika melihat kepemimpinan yang baik dan efektif. Pemimpin yang baik dimulai dengan keteladanan. Orang cenderung mengikuti apa yang mereka lihat  bukan yang mereka kejar. Jika seorang pemimpin  ingatkan timnya untuk disiplin maka dia harus mencontohkannya.
Bagaimana Menciptakan Hubungan yang Awet dan Penuh Kepercayaan?
  1. Menjaga kontak atau menghubungi tanpa maksud tersembunyi, berarti menunjukkan kita benar-benar peduli.
  2. Mengirimkan pesan dan menanyakan kabar atau mengucapkan selamat ulang tahun.
  3. Menghargai kontribusi orang secara terbuka dan membuat seseorang merasa bangga.
  4. Selalu terus menanam investasi emosional yang akan menumbuhkan kepercayaan.
Kesalahan-Kesalahan yang Sering Terjadi?
  1. Mengkritik seseorang di depan umum. 
  2. Terlalu fokus pada diri sendiri saat berbicara.
  3. Mengabaikan ucapan terima kasih  dan pengakuan juga bisa menghancurkan hubungan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Omelan-Omelan Ibu

  "Burhan, bangun, sudah jam 6 pagi, kau ini solat subuh selalu telat. Mau jadi apa kau nanti," suara ibu menyeruak menembus setengah kesadaranku.  " Sudah kubangunkan sejak  jam setengah lima, matamu terpejam saja bagai terkena lem," sentaknya tak henti-henti. Segera kuambil kaca mataku, kulirik layar telepon dan  memang sudah jam 6 lebih. Sinar matahari telah menerobos di sela-sela gorden lusuh kamarku.  Kuayunkan kaki gontai menembus ruang tengah yang sudah ramai oleh sibuknya anggota keluarga. Menuju kamar mandi, kuambil air penyuci. Solat bagiku masih kurasakan layaknya beban ransel gunung yang tergantung di punggung. Berat, terkadang harus kuseret, tetapi harus kubawa. Di usiaku yang sudah menginjak 20-an, aku sering malas mengerjakanya. Subuh kulakukan  hampir saat matahari telah bersinar terlalu tajam. Itu pun karena ibuku selalu teriak-teriak. Dzuhur, kukerjakan mepet dengan Ashar, biar aku hanya wudlu sekali jalan. Maghrib kadang terlewat. Isya og...

Muhammad A Kiong

Jika ditanya soal tempat yang paling nyaman selain kamarku, jawabnya adalah masjid kampus UGM. Walaupun aku sendiri bukan mahasiswa universitas itu. Terkadang bisa berjam-jam aku duduk di sana, membaca buku atau diskusi bersama kawan. Hawanya begitu menyejukkan. Tempatnya pun bersih dan indah. Hingga suatu hari aku bertemu dengan laki-laki aneh. Seseorang yang sangat mengagumkan sekaligus membingunganku. Saat itu, aku baru saja solat isya di sana. Usai berdoa, seperti biasa aku duduk di teras masjid. Menatap ke dalam lapangan luas berpohon palem. Untuk sekadar menghirup udara segar. Malam itu cukup cerah, bulan tak malu menampakkan diri. Padahal sore tadi, Jogja sempat diguyur hujan deras. “Assalamualaikum,” sapa laki-laki itu “Walaikum salam,” jawabku singkat. “Lagi menunggu siapa, mas?” “Wah, hanya cari udara segar di sini,” “Iya di sini memang menyejukkan, mas. Sudah lama saya jadi jamaah sini,” jawabnya. Kuperhatikan lebih dekat laki-laki itu. Ah...matanya sipit, seperti oran...

The 7 Habits of Highly Effective People (Stephen R Covey)

Membaca buku ini kita akan dibawa pada 7 Kebiasaan yang dapat meningkatkan produktivitas kita : Menjadi Proaktif, Bukan Reaktif.  Kebiasaan ini mendorong kita untuk selalu bertindak proporsional saat dihadapkan dengan berbagai tantangan. Saat menghadapi tantangan kita diminta untuk berfokus pada kondisi aktual dan difokuskan untuk mencari solusi, bukan menyalahkan keadaan. Alih-alih berkata ini salah si ini atau si itu, kita didorong untuk mencari potensi perbaikan dan jalan keluar yang bisa dijalankan. Begin With End in Mind (Memulai dengan tujuan akhir yang akan dituju ). Dalam memulai pekerjaan atau aktivitas, kita perlu memiliki visi jangka panjang. Kita harus memikirkan outcome apa yang hendak dituju, sehingga kita bisa memperinci langkah-langkah yang bisa dikerjakan. Dahulukan Yang Utama. Kebiasaan ini mendorong kita untuk memprioritaskan tujuan-tujuan utama daripada bereaksi terhadap urgensi.  Stephen R Covey menekankan pada pengaturan manajemen  diri dan pengatur...