Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 2

MENGATASI PROYEK BESAR DENGAN LANGKAH KECIL Dalam menghadapi proyek besar kita kadang menghadapi kebingungan. Karena proyek yang dihadapi sangat besar, terkadang bingung mulai dari mana. Untuk menghadapi hal tersebut, kita perlu memecah pekerjaan-pekerjaan tersebut dalam bagian-bagian kecil sehingga bisa dikerjakan terlebih dahulu secara parsial. Dengan begitu pekerjaan yang besar tidak terlihat begitu besar. Mengelola proyek yang besar juga perlu menggunakan teknik perencanaan yang tepat. Ada teknik yang backward planning.  adalah suatu metode  perencanaan yang dimulai dari tenggat waktu atau tujuan akhir, lalu bekerja secara terbalik untuk menentukan langkah-langkah dan jadwal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.  Identifikasi Tujuan Akhir: Tentukan hasil akhir atau tujuan utama yang ingin dicapai, misalnya, tanggal ujian, proyek selesai, atau tujuan karier.  Tentukan Penilaian/Indikator Keberhasilan: Buat penilaian atau indikator yang akan menunjukkan...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 1

TERBEBAS DARI STRESS DENGAN MENULISKAN TUGAS Tugas- tugas yang menumpuk, ide-ide yang belum terealisasi, pesan-pesan dari atasan, email yang berjubel, terkadang membuat pikiran kita terasa berat. Perasaan stress karena memikirkan, bagaimana menyelesaikannya satu persatu sering muncul. Lalu bagaimana langkah awal mengatasi ini? Salah satu cara mengatasi penuhnya pikiran kita adalah dengan menuliskan semua tugas tersebut. Dengan mengalihkan tugas tersebut ke catatan, berarti memberikan kesempatan otak untuk berhenti memikirkannya. Menulis juga dapat menurunkan kecemasan. Karena dengan ditulis kita akan memberikan kesempatan untuk diri kita melihat permasalahan secara menyeluruh dan obyektif. Dalam menuliskan semua tugas, kita bisa dibantu dengan organizer  atau aplikasi yang membantu. KATEGORISASIKAN TUGAS YANG DICATAT Setelah kita menuangkan semua ide, janji, tugas ke dalam catatan, kita perlu mengategorisasikannya. Kategorisasi  tugas dapat dilakukan berdasarkan  jenisnya...

IKIGAI (Hector Gracia & Francesc Miralles)

Apakah yang membuat dirimu bersemangat saat bangun di pagi hari. Apa yang membuat dirimu tertarik menyambut hari? Alasannya, bisa pekerjaan yang menyenangkan, liburan yang yang seru atau hal-hal lainnya. Pada masyarakat Jepang dikenal sebuah konsep bernama IKIGAI. Secara istilah IKIGAI berarti alasan untuk hidup. IKIGAI merupakan sebuah konsep  yang membuat orang Jepang bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Konsep hidup ini sendiri merupakan persimpangan di antara 4 pilar utama : Apa yang kita cintai (passion) : Hal-hal yang membuat kita bahagia  dan bersemangat saat kita melakukannya. Apa yang kita kuasai (vocation) : Hal-hal yang bisa kita lakukan dengan baik. Apa yang dibutuhkan dunia (mission) : Apa-apa yang bisa kita berikan untuk memecahkan masalah-masalah di dunia ini. Apa yang membuat kita bisa dibayar (profesional) : Aktivitas yang bisa memberikan penghasilan. Dalam sebuah penelitian di wilayah Okinawa Jepang yang dilakukan oleh Hector Gracia dan Francesc Miralles...

How To Talk to Anyone (Leil Lowdness)

Membuat orang terkesan saat pertemuan pertama adalah hal utama yang harus dilakukan. Bagaimana sih membuat orang terkesan dalam pertemuan pertama : SENI MEMBERIKAN KESAN PERTAMA Membuat Bahasa Tubuh yang baik. Berdiri tegak dengan menarik punggung ke belakang. Ini menandakan bahwa kita percaya diri. Hindari menyilangkan tangan, karena itu menggambarkan kita tertutup dan defensif. Percaya diri membuat kita terlihat mudah untuk didekati. Senyuman Hangat dan Tulus. Cara ini sangat kuat untuk memberikan kesan baik, saat pertemuan pertama. Membuat eye contact  juga penting karena mata merupakan jendela hati. Melakukan miroring. Miroring adalah suatu tindakan yang mencoba menyamakan tone dengan lawan bicara. Misalnya dengan menyamakan nada bicara, gestur tubuh. Hal ini akan memunculkan hubungan baik tanpa disadari. PEMBICARAAN KECIL Melakukan pembicaraan kecil yang berfokus pada topik-topik yang terkait pada lawan bicara, akan membuat lawan bicara merasa penting dan dihargai Membuat oran...

Kesenjangan Jakarta dari Sudut Berbeda

Saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta,    kita akan terkagum-kagum melihat megahnya gedung-gedung    tinggi.    Betapa majunya    kota metropolitan ini, dihiasi kerlap-kerlip warna-warni.    Sejenak kemudian, kita memasuki salah satu    gedung. Lalu naik ke lantai tertinggi dan memandang Jakarta dari kaca jendela. Oh betapa terkagetnya kita, diantara    sela-sela gedung itu, ada rumah-rumah kecil, warung-warung    sederhana, parkiran  bahkan tumpukan sampah terselip.    Tampak kontras dengan gedung-gedung kelas atas. Sebuah kesenjangan? Bisa jadi. Atau ada    sudut pandang lain untuk membingkainya. Rumah rumah   kecil   yang terselip diantara    pencakar langit, sejatinya adalah entitas pendukung kehidupan kota.    Office Boy  ,  cleaning service ,  security    bahkan    karyawan yang bekerja di    ...

Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain (Dale Carnegie)

Dalam buku ini disampaikan rahasia cepat memahami orang lain dengan tulus, seperti bagaimana kita mengingat nama orang lain, minat terhadap topik lawan bicara dan mendengarkan dengan  tulus apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Serta bagaimana kita memahami bahasa tubuh lawan bicara kita. Yuk kita mulai bagaimana Dale Carnegie memberikan cara-cara yang menarik dalam mencari kawan dan mempengaruhi orang lain : Senyum yang tulus membuka suasana yang menyenangkan, sehingga orang akan lebih terbuka. Mendengarkan dengan tulus. Mendengarkan berarti memberi ruang penuh bagi orang lain untuk mengungkapkan pikirannya. Tanpa memotong apa yang disampaikannya, kita memberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang  hendak disampaikannya. Hal tersebut akan membuat orang lebih terbuka. Membuat orang menjadi penting. Kita perlu menemukan hal-hal yang benar-benar dikagumi oleh lawan bicara. Menjadikan hal-hal tersebut menjadi topik pembicaraan dan memujinya dengan tulus akan membuat dia mer...

Omelan-Omelan Ibu

  "Burhan, bangun, sudah jam 6 pagi, kau ini solat subuh selalu telat. Mau jadi apa kau nanti," suara ibu menyeruak menembus setengah kesadaranku.  " Sudah kubangunkan sejak  jam setengah lima, matamu terpejam saja bagai terkena lem," sentaknya tak henti-henti. Segera kuambil kaca mataku, kulirik layar telepon dan  memang sudah jam 6 lebih. Sinar matahari telah menerobos di sela-sela gorden lusuh kamarku.  Kuayunkan kaki gontai menembus ruang tengah yang sudah ramai oleh sibuknya anggota keluarga. Menuju kamar mandi, kuambil air penyuci. Solat bagiku masih kurasakan layaknya beban ransel gunung yang tergantung di punggung. Berat, terkadang harus kuseret, tetapi harus kubawa. Di usiaku yang sudah menginjak 20-an, aku sering malas mengerjakanya. Subuh kulakukan  hampir saat matahari telah bersinar terlalu tajam. Itu pun karena ibuku selalu teriak-teriak. Dzuhur, kukerjakan mepet dengan Ashar, biar aku hanya wudlu sekali jalan. Maghrib kadang terlewat. Isya og...

Prinsip 80-20 (Richard Koch)

Prinsip ini pertama kali ditemukan oleh Vilfredo Pareto di Italia. Dia menemukan bahwa di akhir 19, bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh 20 % penduduk. Pola ini ternyata konsisten di berbagai bidang.  Saat ini prinsip ini dikenal dengan Hukun. Pareto. Dalam bisnis berjualan misalnya, 80 % bisa jadi berasal dari 20% pelanggan atau 20% produk tertentu. Berdasarkan prinsip tersebut, kita perlu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang sangat berpengaruh pada produktivitas hidup kita. Oleh karena itu, dalam bukunya ini, Richard Koch menyampaikan beberapa cara bagaimana bisa kita menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari : Amati & catat semua aktivitas, proyek atau segala sesuatu yang memberi hasil terbesar. Hilangkan atau kurangi hal-hal yang menghabiskan waktu tanpa memberi manfaat yang signifikan. Alihkan waktu, energi dan sumber daya ke hal-hal yang membuat lebih produktif. Dalam penerapannya prinsip ini sering menemukan beberapa kesalahan : Menganggap bahwa prinsip 80-...

Aturan 5 Detik (Mel Robins)

Terkadang saat ingin memulai pekerjaan, kita sering menunda-nunda melakukannya. Penundaan itu terjadi karena ada pertanyaan-pertanyaan dalam otak yang biasanya melemahkan niatan kita melakukan pekerjaan tersebut. Misalnya “ Apakah aku dapat menyelesaikannya?” “Ah nanti saja, toh masih banyak waktu, nanti saja”.  Hal tersebut terjadi karena kita memberikan kesempatan kepada otak untuk memberikan alasan-alasan. Otak bekerja dengan melindungi kita dari ancaman-ancaman dan ketidaknyamanan. Jika pekerjaan itu membuat kita merasa tidak nyaman, otak cenderung membuat agar pekerjaan itu dihindari. Contoh saat kita bangun di pagi hari, ketika alarm berbunyi kita cenderung malas-malasan dan menunda untuk bangun. Mel Robins, mempunyai cara agar kita menunda-menunda pekerjaan. Membuat otak tidak sempat mengeluarkan pertanyaan dan pernyataan yang membuat pekerjaan tertunda.  Terinspirasi dari peluncuran pesawat luar angkasa dengan hitungan mundur : 5, 4, 3, 2, 1 diluncurkan. Saat melakukan...

Atomic Habits (James Clear)

Menciptakan kebiasaan positif sering menjadi tantangan untuk kita semua. James Clear, dalam bukunya Atomic Habits  mengajarkan bagaimana memulai kebiasaan dengan langkah-langkah sederhana. Berikut adalah beberapa tahapan-tahapan yang mungkin bisa kita jalankan: Melekatkan identitas pada tujuan atau kebiasaan yang ingin dicapai . Biasanya orang sudah memiliki tujuan yang ingin hendak dicapai. Namun karena tujuan itu tampak masih jauh dicapai, maka orang seringkali kehilangan motivasi di tengah jalan. Dengan melekatkan tujuan yang hendak dicapai pada identitas diri kita, akan membuat gerak  dan perilaku kita terarah dengan sendirinya. Misalnya kita ingin belajar berlari sejauh 10 Km, maka katakan dalam diri kita “ Saya adalah pelari”, dengan begitu kita akan termotivasi. Di jaman ini, untuk menguatkan identitas kita sebagai pelari, kita bisa mengunggahnya di media sosial aktivitas lari yang kita lakukan. Sehingga menguatkan dan meyakinkan diri kita dan mendorong orang lain melih...

The Beginner Guide for Stoicsm (Matthew J. Van Natta)

Stoicsm merupakan sebuah paham dari Yunani kuno yang didirikan oleh Zeno dari Citium di abad 3 SM. Paham ini mengajarkan bahwa ketenangan dan kebahagiaan  bisa dicapai dengan hidup selaras dengan alam dan akal, serta memusatkan pada apa yang bisa kita kendalikan dan menerima  hal-hal di luar kendali kita. Beberapa ajaran kuncinya : Membedakan antara yang berada dalam kontrol kita  (contoh : pemikiran, reaksi, tindakan) dengan yang di luar kontrol kita  (contoh : cuaca, perilaku orang lain, penyakit yang datang). Mendorong kita menerima keadaan yang sudah terjadi dan melakukan reaksi yang rasional dan proporsional. Mendorong kita memperjuangkan kebajikan, kejujuran, kebijaksanaan dan keadilan sebagai kebaikan tertinggi. Kunci semua itu adalah bagaimana kita menerima kondisi yang sekarang dan fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Serta melakukan tindakan atau reaksi yang proporsional dan rasional saat menghadapi kondisi-kondisi yang tidak sesuai ekspektasi. Ult...

The Miracle Morning (Hal Elrod)

Mengatur pagimu dengan baik adalah kunci untuk membuat harimu berjalan luar biasa. Dalam bukunya, Hal Elrod membuat satu formula bagaimana kamu bisa memulai pagi. Elrod menyebutnya dengan istilah SAVERS. (S)ILENCE :  yang berarti kita memulai hari dengan ketenangan yang berupa meditasi, pernapasan dalam  atau beribadah. Sehingga kita bisa memulai hari dengan kepala jernih dan tenang. (A)FFIRMATION : yang berarti kita memberi pesan positif. Kita seringkali kurang melakukan afirmasi positif kepada diri sendiri, sehingga menjalani hari dengan kurang percaya diri. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan apresiasi dan afirmasi positif kepada diri sendiri. Hal tersebut akan memberikan energi dan mengembalikan kepercayaan diri kita. (V)ISUALIZATION : yang berarti kita membayangkan secara detail hal apa yang akan kita tuju. Sehingga kita bena-benar tahu apa wujud tujuan yang kita inginkan. (E)XERCISE : di pagi hari kita perlu melakukan olahraga atau latihan fisik secara kons...

5 AM Club (Robin Sharma)

Bangunlah jam 5 pagi. Karena pagi adalah saat yang tenang di mana kita belum terganggu oleh berbagai distorsi notifikasi dan berbagi gangguan lainnya. Dengan bangun bagi, kamu bisa mengatur harimu dengan baik. Kenapa pagi? Karena hari masih begitu tenang dan energi positif juga baik. Bagaimana membangun pagimu? Terapkan konsep 20/20/20. Apa itu konsep 20/20/20 ? 20 Menit untuk Gerakan Fisik Intens . Gerakan intens dan konsisten di pagi hari, seperti jalan kaki dan berlari ringan akan membuat produksi hormon endorfin meningkat. Hormon endorfin adalah hormon yang berfungsi sebagai pereda rasa nyeri dan stres serta meningkatkan suasana hati. Selain itu, bergerak intens memperlancar sirkulasi darah ke otak, hangat, mata segar dan menghilangkan rasa kantuk. 20 Menit untuk Refleksi . Bisa berupa meditasi dan merenungkan ke hal-hal yang bisa disyukuri. Atau bisa juga beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Refleksi juga bisa dilakukan untuk merenungkan apa yang sudah kita kerja...

The 7 Habits of Highly Effective People (Stephen R Covey)

Membaca buku ini kita akan dibawa pada 7 Kebiasaan yang dapat meningkatkan produktivitas kita : Menjadi Proaktif, Bukan Reaktif.  Kebiasaan ini mendorong kita untuk selalu bertindak proporsional saat dihadapkan dengan berbagai tantangan. Saat menghadapi tantangan kita diminta untuk berfokus pada kondisi aktual dan difokuskan untuk mencari solusi, bukan menyalahkan keadaan. Alih-alih berkata ini salah si ini atau si itu, kita didorong untuk mencari potensi perbaikan dan jalan keluar yang bisa dijalankan. Begin With End in Mind (Memulai dengan tujuan akhir yang akan dituju ). Dalam memulai pekerjaan atau aktivitas, kita perlu memiliki visi jangka panjang. Kita harus memikirkan outcome apa yang hendak dituju, sehingga kita bisa memperinci langkah-langkah yang bisa dikerjakan. Dahulukan Yang Utama. Kebiasaan ini mendorong kita untuk memprioritaskan tujuan-tujuan utama daripada bereaksi terhadap urgensi.  Stephen R Covey menekankan pada pengaturan manajemen  diri dan pengatur...