Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Perundungan Berujung Kekerasan

Beberapa minggu lalu,   kita dikejutkan dengan berita ledakan yang terjadi di SMA 72 Jakarta. Puluhan siswa menjadi korban. Ironisnya, pelaku disinyalir merupakan siswa yang mengalami perundungan.   Belum selesai mengenai kabar itu, muncul berita perundungan lagi di wilayah lain. Seorang siswi SMP 19 Tangerang Selatan mengalami kekerasan fisik dari teman sekelasnya, hingga akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit. Hal ini menarik sekali untuk dikaji. Dalam teori sosiologi, ada beberapa sudut pandang   mengapa fenomena perundungan bisa terjadi. Misalnya kita lihat dengan teori   yang diungkapkan Howard S. Becker seorang sosiolog dari Amerika Serikat, dalam buku Outsiders: Studies in the Sociology of Deviance (1963),   mengenai pelebelan ( labelling ). Dia menyampaikan bahwa perilaku menyimpang bukan semata-mata muncul karena tindakan seseorang, tetapi karena reaksi sosial yang memberi label kepada individu. Label itu kemudian membentuk identitas...

Sepak Bola Indonesia, Haruskah Belajar dari Kapten Tsubasa?

Beberapa waktu lalu tim sepak bola senior Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia, setelah hanya menduduki posisi ketiga di   Kualifikasi putaran keempat Piala Dunia. Meski begitu, timnas U-17 justru berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia di Qatar. Namun harus terhenti di fase grup, dengan hanya mengantongi 3 poin setelah mengalahkan Honduras. Harapan masyarakat Indonesia, agar timnya melaju ke piala dunia sangat besar. Sehingga ketika timnas senior gagal lolos piala dunia, kekecewaan pun dituangkan dalam berbagai cara di sosial media. Sepak bola merupakan olah raga paling populer di Indonesia. Sebuah portal data statistik ternama, Country Cassette bahkan merilis data, bahwa penggemar sepak bola di Indonesia menduduki nomor tiga terbesar di dunia, yakni 165,48 juta penggemar. Peringkat Indonesia, hanya berada di bawah Brasil dan China. Hal ini membuktikan bahwa sekitar 57 % penduduk Indonesia adalah penggemar sepak bola. Namun jumlah penggemar itu tak mampu membuat timnas mel...

The Power of Less (Leo Babatua)

Terkadang kita menganggap mengerjakan segala hal dalam satu hari adalah sesuatu yang produktif. Yang terjadi justru sebaliknya, kita hanya mengerjakan semuanya setengah jadi. Ibarat seorang penjahit baju yang menerima banyak orderan dalam waktu bersamaan. Mungkin dia bisa menyelesaikannya tapi dengan hasil yang kurang memuaskan semua pelanggan. Lain halnya jika dia hanya menerima 2 pesanan saja. Dia bisa lebih fokus dan menikmati proses pengerjaan jahitan dengan hasil yang bisa lebih baik. Buku karya Leo Babauta ini membahas bagaimana mengerjakan hal yang kecil dan terbatas   namun justru lebih produktif. Pernahkah kita merasa sibuk seharian, mengerjakan banyak hal, namun target kita justru tak terpenuhi. Multitasking yang konon membuat kerja kita efektif justru menguras dan memecah energi kita. Jebakan ilusi kesibukan ini membuat kita tak menyelesaikan apa apa. Mengerjakan sedikit hal bukan berarti malas, tapi memberikan ruang kita untuk lebih fokus. Lalu bagaimana memulai pe...

Rumah Pak Jeri

Berjalan di pagi hari adalah kebiasaan baru yang menyenangkan bagiku. Menikmati langit yang berubah warna. Mendengarkan kicauan burung yang  aku sendiri tak tahu bentuknya. Menyusuri rumah- rumah tetangga. Menghirup masakan ibu-ibu yang menyiapkan bekal untuk anaknya. Tiap rumah kurasakan berbeda aroma masakannya. Terkadang tercium nasi goreng, sesekali merebak aroma ubi rebus, dan muncul juga aroma telor ceplok yang menggugah selera. Beberapa kali memang aku sengaja tak pake alas kaki. Kubiarkan kakiku mencium tanah dan rumput. Bergesekan  dengan kerikil dan batu. Biarlah tubuh ini merasakan bumi. Toh aku memang dari bumi. Dan kelak akan kembali ke bumi. Aku sudah lama tinggal di kompleks perumahan ini. Kalau dihitung menggunakan jari tangan, rasanya tak cukup untuk menghitungi. Harus kutambah dengan jari kaki baru mencukupi. Hampir 15 tahun. Namun kebiasaan baru berjalan kaki ini memberiku kesempatan sejenak untuk berhenti. Selama itu, aku tinggal di sini, rasanya tak sempat...

”Jebakan” Kata Pengangguran dan Kemiskinan

Seminggu lalu, setelah menaruh mobil di bengkel, saya membeli kopi keliling. Kopi bercampur susu vanila saya pilih untuk mengobati rasa haus ini. Sambil menikmatinya, saya ngobrol dengan penjualnya. Pertanyaan dimulai dengan : Apakah dia memang sering mangkal di tempat ini? Dan saya lanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan "teknis" tentang jualannya. Baru saya tahu, bahwa motor dan gerobaknya gratis, karena dipinjami bosnya.  Setiap gelas yang terjual, dia dapat insentif 1.000 rupiah.  Gajinya sendiri, 2 juta per bulan. Sehari, dia paling banyak bisa jual 50 gelas kalau ramai. Artinya, bisa bawa uang tambahan 50 ribu per hari, di samping gajinya.  Lalu saya berandai-andai. Jika dia berhasil jual 50 gelas setiap hari selama sebulan, maka dia bisa bawa pulang uang 3,5 juta di bulan itu. Tapi kalau tidak maksimal, berarti dia hanya mengantongi  lebih sedikit. Ini berarti apakah dia bisa jual maksimal atau tidak, penghasilannya masih di bawah upah minimum UMP Jakarta yang ...

5 Bahasa Cinta

Memahami bahasa cinta seseorang merupakan kunci dalam menjaga hubungan. Dalam bukunya, Gary Chapman menyampaikan ada 5 Bahasa Cinta yang perlu kita kenali : Kekuatan Kata yang Tulus : Bagi sebagian orang kata-kata memiliki makna yang luar biasa. Sebuah perkataan seperti “ Aku Bangga sama kamu”, bisa membuat hati mereka menjadi hangat seharian. Orang dengan bahasa cinta ini  sangat peka untuk membedakan mana ucapan yang keluar dari  hati  dan mana yang sekadar basa-basi. Ucapan terima kasih akan membuat dia merasa benar-benar dihargai. Sebaliknya, diam- diam terlalu lama  atau jarang mengungkapkan rasa sayang bisa membuat dirinya merasa tidak penting. Hadir dengan Waktu yang Berkualitas : Bagi orang dengan bahasa cinta ini, kehadiran sepenuhnya lebih berharga daripada hadiah atau kata-kata. Mereka ingin merasa bahwa kamu selalu bersamanya. Tidak ada distorsi layar telepon, tidak ada pikiran yang melayang kemana-mana. Kualitas waktu tidak selalu berarti melakukan hal...

Mengenal Teori Prospek dalam Pengambilan Keputusan

Dalam pengambilan keputusan, kita mengenal apa yang disebut dengan teori prospek. Teori prospek adalah model psikologi yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky. Teori ini menjelaskan  bagaimana orang membuat pilihan di bawah ketidakpastian, terutama mempertimbangkan keuntungan dan kerugian relatif. Teori ini menunjukkan bahwa orang cenderung menghindari risiko ketika dihadapkan pada keuntungan. Tetapi memilih risiko ketika dihadapkan pada kerugian. Sebuah fenomena  yang disebut dengan keengganan terhadap risiko. 1. Loss Aversion (Aversi terhadap Kerugian) Rasa kehilangan lebih sakit daripada rasa senang saat mendapatkan hal yang sama. Contoh: Kamu menemukan uang Rp100.000 di jalan — rasanya senang banget. Tapi besoknya kamu kehilangan Rp100.000 — rasanya jauh lebih menyakitkan, meskipun secara total kamu “impas.” Ini menunjukkan bahwa kerugian terasa dua kali lebih berat daripada keuntungan yang sama nilainya. 2. Reference Dependence (Titik Acua...

Think Fast Think Slow (Daniel Kahneman) Part 1

 Otak manusia punya 2 cara kerja dalam berpikir Mode Berpikir Cepat (Sistem 1) : Mode ini bersifat otomatis, instingtif. Mode ini bekerja tanpa disadari dan tidak membutuhkan banyak usaha kognitif. Namun demikian karena bersifat cepat, mode ini rentan terhadap bias. Mode Berpikir Lambat (Sistem 2) : Mode ini bersifat penuh pertimbangan, membutuhkan data-data untuk memutuskan sesuatu. Memerlukan usaha dan perhatian yang lebih besar. Sebenarnya, keduanya tidak hidup terpisah. Sebagian besar waktu, mode berpikir cepat mengendalikan, namun sistem berpikir lambat akan ikut campur jika diperlukan. Contoh sederhana bisa dilihat  saat kita berbelanja di supermarket. Sistem 1 melihat ada diskon barang senilai 50%, tanpa kita memeriksanya dulu. Namun sistem 2 baru akan terlibat ketika kita berhenti sejenak kemudian membandingkan harga awal dan menyadari bahwa harga diskon tersebut sebenarnya tidak terlalu menguntungkan. Dari hal ini kita bisa bisa memahami bahwa sistem 1 terkadang mempr...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 2

MENGATASI PROYEK BESAR DENGAN LANGKAH KECIL Dalam menghadapi proyek besar kita kadang menghadapi kebingungan. Karena proyek yang dihadapi sangat besar, terkadang bingung mulai dari mana. Untuk menghadapi hal tersebut, kita perlu memecah pekerjaan-pekerjaan tersebut dalam bagian-bagian kecil sehingga bisa dikerjakan terlebih dahulu secara parsial. Dengan begitu pekerjaan yang besar tidak terlihat begitu besar. Mengelola proyek yang besar juga perlu menggunakan teknik perencanaan yang tepat. Ada teknik yang backward planning.  adalah suatu metode  perencanaan yang dimulai dari tenggat waktu atau tujuan akhir, lalu bekerja secara terbalik untuk menentukan langkah-langkah dan jadwal yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.  Identifikasi Tujuan Akhir: Tentukan hasil akhir atau tujuan utama yang ingin dicapai, misalnya, tanggal ujian, proyek selesai, atau tujuan karier.  Tentukan Penilaian/Indikator Keberhasilan: Buat penilaian atau indikator yang akan menunjukkan...

Getting Things Done : Seni Menyelesaikan Pekerjaan (David Allen) Part 1

TERBEBAS DARI STRESS DENGAN MENULISKAN TUGAS Tugas- tugas yang menumpuk, ide-ide yang belum terealisasi, pesan-pesan dari atasan, email yang berjubel, terkadang membuat pikiran kita terasa berat. Perasaan stress karena memikirkan, bagaimana menyelesaikannya satu persatu sering muncul. Lalu bagaimana langkah awal mengatasi ini? Salah satu cara mengatasi penuhnya pikiran kita adalah dengan menuliskan semua tugas tersebut. Dengan mengalihkan tugas tersebut ke catatan, berarti memberikan kesempatan otak untuk berhenti memikirkannya. Menulis juga dapat menurunkan kecemasan. Karena dengan ditulis kita akan memberikan kesempatan untuk diri kita melihat permasalahan secara menyeluruh dan obyektif. Dalam menuliskan semua tugas, kita bisa dibantu dengan organizer  atau aplikasi yang membantu. KATEGORISASIKAN TUGAS YANG DICATAT Setelah kita menuangkan semua ide, janji, tugas ke dalam catatan, kita perlu mengategorisasikannya. Kategorisasi  tugas dapat dilakukan berdasarkan  jenisnya...

IKIGAI (Hector Gracia & Francesc Miralles)

Apakah yang membuat dirimu bersemangat saat bangun di pagi hari. Apa yang membuat dirimu tertarik menyambut hari? Alasannya, bisa pekerjaan yang menyenangkan, liburan yang yang seru atau hal-hal lainnya. Pada masyarakat Jepang dikenal sebuah konsep bernama IKIGAI. Secara istilah IKIGAI berarti alasan untuk hidup. IKIGAI merupakan sebuah konsep  yang membuat orang Jepang bersemangat untuk menjalani hari-harinya. Konsep hidup ini sendiri merupakan persimpangan di antara 4 pilar utama : Apa yang kita cintai (passion) : Hal-hal yang membuat kita bahagia  dan bersemangat saat kita melakukannya. Apa yang kita kuasai (vocation) : Hal-hal yang bisa kita lakukan dengan baik. Apa yang dibutuhkan dunia (mission) : Apa-apa yang bisa kita berikan untuk memecahkan masalah-masalah di dunia ini. Apa yang membuat kita bisa dibayar (profesional) : Aktivitas yang bisa memberikan penghasilan. Dalam sebuah penelitian di wilayah Okinawa Jepang yang dilakukan oleh Hector Gracia dan Francesc Miralles...

How To Talk to Anyone (Leil Lowdness)

Membuat orang terkesan saat pertemuan pertama adalah hal utama yang harus dilakukan. Bagaimana sih membuat orang terkesan dalam pertemuan pertama : SENI MEMBERIKAN KESAN PERTAMA Membuat Bahasa Tubuh yang baik. Berdiri tegak dengan menarik punggung ke belakang. Ini menandakan bahwa kita percaya diri. Hindari menyilangkan tangan, karena itu menggambarkan kita tertutup dan defensif. Percaya diri membuat kita terlihat mudah untuk didekati. Senyuman Hangat dan Tulus. Cara ini sangat kuat untuk memberikan kesan baik, saat pertemuan pertama. Membuat eye contact  juga penting karena mata merupakan jendela hati. Melakukan miroring. Miroring adalah suatu tindakan yang mencoba menyamakan tone dengan lawan bicara. Misalnya dengan menyamakan nada bicara, gestur tubuh. Hal ini akan memunculkan hubungan baik tanpa disadari. PEMBICARAAN KECIL Melakukan pembicaraan kecil yang berfokus pada topik-topik yang terkait pada lawan bicara, akan membuat lawan bicara merasa penting dan dihargai Membuat oran...

Kesenjangan Jakarta dari Sudut Berbeda

Saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta,    kita akan terkagum-kagum melihat megahnya gedung-gedung    tinggi.    Betapa majunya    kota metropolitan ini, dihiasi kerlap-kerlip warna-warni.    Sejenak kemudian, kita memasuki salah satu    gedung. Lalu naik ke lantai tertinggi dan memandang Jakarta dari kaca jendela. Oh betapa terkagetnya kita, diantara    sela-sela gedung itu, ada rumah-rumah kecil, warung-warung    sederhana, parkiran  bahkan tumpukan sampah terselip.    Tampak kontras dengan gedung-gedung kelas atas. Sebuah kesenjangan? Bisa jadi. Atau ada    sudut pandang lain untuk membingkainya. Rumah rumah   kecil   yang terselip diantara    pencakar langit, sejatinya adalah entitas pendukung kehidupan kota.    Office Boy  ,  cleaning service ,  security    bahkan    karyawan yang bekerja di    ...

Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain (Dale Carnegie)

Dalam buku ini disampaikan rahasia cepat memahami orang lain dengan tulus, seperti bagaimana kita mengingat nama orang lain, minat terhadap topik lawan bicara dan mendengarkan dengan  tulus apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Serta bagaimana kita memahami bahasa tubuh lawan bicara kita. Yuk kita mulai bagaimana Dale Carnegie memberikan cara-cara yang menarik dalam mencari kawan dan mempengaruhi orang lain : Senyum yang tulus membuka suasana yang menyenangkan, sehingga orang akan lebih terbuka. Mendengarkan dengan tulus. Mendengarkan berarti memberi ruang penuh bagi orang lain untuk mengungkapkan pikirannya. Tanpa memotong apa yang disampaikannya, kita memberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang  hendak disampaikannya. Hal tersebut akan membuat orang lebih terbuka. Membuat orang menjadi penting. Kita perlu menemukan hal-hal yang benar-benar dikagumi oleh lawan bicara. Menjadikan hal-hal tersebut menjadi topik pembicaraan dan memujinya dengan tulus akan membuat dia mer...

Omelan-Omelan Ibu

  "Burhan, bangun, sudah jam 6 pagi, kau ini solat subuh selalu telat. Mau jadi apa kau nanti," suara ibu menyeruak menembus setengah kesadaranku.  " Sudah kubangunkan sejak  jam setengah lima, matamu terpejam saja bagai terkena lem," sentaknya tak henti-henti. Segera kuambil kaca mataku, kulirik layar telepon dan  memang sudah jam 6 lebih. Sinar matahari telah menerobos di sela-sela gorden lusuh kamarku.  Kuayunkan kaki gontai menembus ruang tengah yang sudah ramai oleh sibuknya anggota keluarga. Menuju kamar mandi, kuambil air penyuci. Solat bagiku masih kurasakan layaknya beban ransel gunung yang tergantung di punggung. Berat, terkadang harus kuseret, tetapi harus kubawa. Di usiaku yang sudah menginjak 20-an, aku sering malas mengerjakanya. Subuh kulakukan  hampir saat matahari telah bersinar terlalu tajam. Itu pun karena ibuku selalu teriak-teriak. Dzuhur, kukerjakan mepet dengan Ashar, biar aku hanya wudlu sekali jalan. Maghrib kadang terlewat. Isya og...

Prinsip 80-20 (Richard Koch)

Prinsip ini pertama kali ditemukan oleh Vilfredo Pareto di Italia. Dia menemukan bahwa di akhir 19, bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh 20 % penduduk. Pola ini ternyata konsisten di berbagai bidang.  Saat ini prinsip ini dikenal dengan Hukun. Pareto. Dalam bisnis berjualan misalnya, 80 % bisa jadi berasal dari 20% pelanggan atau 20% produk tertentu. Berdasarkan prinsip tersebut, kita perlu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang sangat berpengaruh pada produktivitas hidup kita. Oleh karena itu, dalam bukunya ini, Richard Koch menyampaikan beberapa cara bagaimana bisa kita menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari : Amati & catat semua aktivitas, proyek atau segala sesuatu yang memberi hasil terbesar. Hilangkan atau kurangi hal-hal yang menghabiskan waktu tanpa memberi manfaat yang signifikan. Alihkan waktu, energi dan sumber daya ke hal-hal yang membuat lebih produktif. Dalam penerapannya prinsip ini sering menemukan beberapa kesalahan : Menganggap bahwa prinsip 80-...

Aturan 5 Detik (Mel Robins)

Terkadang saat ingin memulai pekerjaan, kita sering menunda-nunda melakukannya. Penundaan itu terjadi karena ada pertanyaan-pertanyaan dalam otak yang biasanya melemahkan niatan kita melakukan pekerjaan tersebut. Misalnya “ Apakah aku dapat menyelesaikannya?” “Ah nanti saja, toh masih banyak waktu, nanti saja”.  Hal tersebut terjadi karena kita memberikan kesempatan kepada otak untuk memberikan alasan-alasan. Otak bekerja dengan melindungi kita dari ancaman-ancaman dan ketidaknyamanan. Jika pekerjaan itu membuat kita merasa tidak nyaman, otak cenderung membuat agar pekerjaan itu dihindari. Contoh saat kita bangun di pagi hari, ketika alarm berbunyi kita cenderung malas-malasan dan menunda untuk bangun. Mel Robins, mempunyai cara agar kita menunda-menunda pekerjaan. Membuat otak tidak sempat mengeluarkan pertanyaan dan pernyataan yang membuat pekerjaan tertunda.  Terinspirasi dari peluncuran pesawat luar angkasa dengan hitungan mundur : 5, 4, 3, 2, 1 diluncurkan. Saat melakukan...

Atomic Habits (James Clear)

Menciptakan kebiasaan positif sering menjadi tantangan untuk kita semua. James Clear, dalam bukunya Atomic Habits  mengajarkan bagaimana memulai kebiasaan dengan langkah-langkah sederhana. Berikut adalah beberapa tahapan-tahapan yang mungkin bisa kita jalankan: Melekatkan identitas pada tujuan atau kebiasaan yang ingin dicapai . Biasanya orang sudah memiliki tujuan yang ingin hendak dicapai. Namun karena tujuan itu tampak masih jauh dicapai, maka orang seringkali kehilangan motivasi di tengah jalan. Dengan melekatkan tujuan yang hendak dicapai pada identitas diri kita, akan membuat gerak  dan perilaku kita terarah dengan sendirinya. Misalnya kita ingin belajar berlari sejauh 10 Km, maka katakan dalam diri kita “ Saya adalah pelari”, dengan begitu kita akan termotivasi. Di jaman ini, untuk menguatkan identitas kita sebagai pelari, kita bisa mengunggahnya di media sosial aktivitas lari yang kita lakukan. Sehingga menguatkan dan meyakinkan diri kita dan mendorong orang lain melih...

The Beginner Guide for Stoicsm (Matthew J. Van Natta)

Stoicsm merupakan sebuah paham dari Yunani kuno yang didirikan oleh Zeno dari Citium di abad 3 SM. Paham ini mengajarkan bahwa ketenangan dan kebahagiaan  bisa dicapai dengan hidup selaras dengan alam dan akal, serta memusatkan pada apa yang bisa kita kendalikan dan menerima  hal-hal di luar kendali kita. Beberapa ajaran kuncinya : Membedakan antara yang berada dalam kontrol kita  (contoh : pemikiran, reaksi, tindakan) dengan yang di luar kontrol kita  (contoh : cuaca, perilaku orang lain, penyakit yang datang). Mendorong kita menerima keadaan yang sudah terjadi dan melakukan reaksi yang rasional dan proporsional. Mendorong kita memperjuangkan kebajikan, kejujuran, kebijaksanaan dan keadilan sebagai kebaikan tertinggi. Kunci semua itu adalah bagaimana kita menerima kondisi yang sekarang dan fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Serta melakukan tindakan atau reaksi yang proporsional dan rasional saat menghadapi kondisi-kondisi yang tidak sesuai ekspektasi. Ult...

The Miracle Morning (Hal Elrod)

Mengatur pagimu dengan baik adalah kunci untuk membuat harimu berjalan luar biasa. Dalam bukunya, Hal Elrod membuat satu formula bagaimana kamu bisa memulai pagi. Elrod menyebutnya dengan istilah SAVERS. (S)ILENCE :  yang berarti kita memulai hari dengan ketenangan yang berupa meditasi, pernapasan dalam  atau beribadah. Sehingga kita bisa memulai hari dengan kepala jernih dan tenang. (A)FFIRMATION : yang berarti kita memberi pesan positif. Kita seringkali kurang melakukan afirmasi positif kepada diri sendiri, sehingga menjalani hari dengan kurang percaya diri. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan apresiasi dan afirmasi positif kepada diri sendiri. Hal tersebut akan memberikan energi dan mengembalikan kepercayaan diri kita. (V)ISUALIZATION : yang berarti kita membayangkan secara detail hal apa yang akan kita tuju. Sehingga kita bena-benar tahu apa wujud tujuan yang kita inginkan. (E)XERCISE : di pagi hari kita perlu melakukan olahraga atau latihan fisik secara kons...

5 AM Club (Robin Sharma)

Bangunlah jam 5 pagi. Karena pagi adalah saat yang tenang di mana kita belum terganggu oleh berbagai distorsi notifikasi dan berbagi gangguan lainnya. Dengan bangun bagi, kamu bisa mengatur harimu dengan baik. Kenapa pagi? Karena hari masih begitu tenang dan energi positif juga baik. Bagaimana membangun pagimu? Terapkan konsep 20/20/20. Apa itu konsep 20/20/20 ? 20 Menit untuk Gerakan Fisik Intens . Gerakan intens dan konsisten di pagi hari, seperti jalan kaki dan berlari ringan akan membuat produksi hormon endorfin meningkat. Hormon endorfin adalah hormon yang berfungsi sebagai pereda rasa nyeri dan stres serta meningkatkan suasana hati. Selain itu, bergerak intens memperlancar sirkulasi darah ke otak, hangat, mata segar dan menghilangkan rasa kantuk. 20 Menit untuk Refleksi . Bisa berupa meditasi dan merenungkan ke hal-hal yang bisa disyukuri. Atau bisa juga beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Refleksi juga bisa dilakukan untuk merenungkan apa yang sudah kita kerja...

The 7 Habits of Highly Effective People (Stephen R Covey)

Membaca buku ini kita akan dibawa pada 7 Kebiasaan yang dapat meningkatkan produktivitas kita : Menjadi Proaktif, Bukan Reaktif.  Kebiasaan ini mendorong kita untuk selalu bertindak proporsional saat dihadapkan dengan berbagai tantangan. Saat menghadapi tantangan kita diminta untuk berfokus pada kondisi aktual dan difokuskan untuk mencari solusi, bukan menyalahkan keadaan. Alih-alih berkata ini salah si ini atau si itu, kita didorong untuk mencari potensi perbaikan dan jalan keluar yang bisa dijalankan. Begin With End in Mind (Memulai dengan tujuan akhir yang akan dituju ). Dalam memulai pekerjaan atau aktivitas, kita perlu memiliki visi jangka panjang. Kita harus memikirkan outcome apa yang hendak dituju, sehingga kita bisa memperinci langkah-langkah yang bisa dikerjakan. Dahulukan Yang Utama. Kebiasaan ini mendorong kita untuk memprioritaskan tujuan-tujuan utama daripada bereaksi terhadap urgensi.  Stephen R Covey menekankan pada pengaturan manajemen  diri dan pengatur...